وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسول اللَّهِ
صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ :
«يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ
بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورة البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ ، تحَاجَّانِ
عَنْ صاحِبِهِمَا »
رواه مسلم
.
Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a., katanya: "Saya
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Al-Quran itu akan
didatangkan pada hari kiamat nanti, demikian pula ahli-ahli al-Quran
yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh
surah al-Baqarah dan surah Ali lmran. Kedua surah ini menjadi hujah
untuk keselamatan orang yang membacanya (memikirkan dan
mengamalkan
). (Riwayat Muslim)
وعن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى
اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم :
« خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ
رواه البخاري
.
Dari Usman bin Affan
r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sebaik-baik engkau semua
ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula."
(Riwayat Bukhari)
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وسَلَّم :
« الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ
البررَةِ ، والذي يقرَأُ القُرْآنَ ويتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ
له أجْران »
متفقٌ عليه
.
Dari Aisyah RA, katanya: "Rasulullah
s.a.w. bersabda : "Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan
bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang
mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia
berbolak-balik dalam bacaannya (tidak lancar) juga merasa
kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala."
(Muttafaq 'alaih)
وعن أَبي موسى الأشْعريِّ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى
اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم :
« مثَلُ المؤمنِ الَّذِي يقْرَأُ القرآنَ مثلُ الأُتْرُجَّةِ : ريحهَا
طَيِّبٌ وطَعمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المؤمنِ الَّذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ
كَمثَلِ التَّمرةِ : لا رِيح لهَا وطعْمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المُنَافِق
الذي يَقْرَأُ القرْآنَ كَمثَلِ الرِّيحانَةِ : رِيحها طَيّبٌ وطَعْمُهَا
مرُّ ، ومَثَلُ المُنَافِقِ الذي لا يَقْرَأُ القرآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ
: لَيْسَ لَها رِيحٌ وَطَعمُهَا مُرٌّ »
متفقٌ عليه .
Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya: "Rasulullah
s.a.w. bersabda: "Perumpamaan orang mu'min yang suka membaca
al-Quran ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanyapun
enak dan perumpamaan orang mu'min yang tidak suka membaca al-Quran ialah
seperti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah seperti
minyak harum, baunya harum tapi rasanya pahit dan perumpamaan orang
munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti rumput hanzhalah,
tidak ada baunya dan rasanyapun pahit
." (Muttafaq
'alaih)
وعن عمرَ بن الخطابِ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وسَلَّم قال :
« إِنَّ اللَّه يرفَعُ بِهذَا الكتاب أَقواماً ويضَعُ بِهِ آخَرين »
رواه مسلم .
Dari Umar bin al-Khaththab r.a. bahwasanya Nabi
s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah mengangkat darjat beberapa
kaum dengan adanya kitab al-Quran ini (orang-orang yang beriman dan
beramal dengannya)
serta menurunkan darjatnya kaum yang lain-lain dengan sebab al-Quran
itu pula (yang tidak beriman dengan al-Quran dan memperolokkannya)" (Riwayat Muslim)
وعنِ
ابن عمر رضي اللَّه عنهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال
:
« لا حَسَدَ إلاُّ في اثنَتَيْن : رجُلٌ آتَاهُ اللَّه القُرآنَ ، فهوَ
يقومُ بِهِ آناءَ اللَّيلِ وآنَاءَ النَّهَارِ ، وَرجُلٌ آتَاهُ اللَّه
مالا ، فهُو يُنْفِقهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النهارِ »
متفقٌ عليه .
Dari Ibnu Umar RA dari Nabi s.a.w.,
sabdanya: "Tidak dihalalkanlah dengki itu, melainkan terhadap dua macam
orang, yaitu: Orang yang diberi kepandaian oleh Allah dalam hal
al-Quran, lalu ia berdiri dengan al-Quran itu - yakni membaca sambil
memikirkan dan juga mengamalkannya - di waktu malam dan waktu siang,
juga seorang yang dikurunia oleh Allah akan harta lalu ia
menafkahkannya di waktu malam dan siang - untuk kebaikan."
(Muttafaq 'alaih)
وعنِ البُراء بنِ عَازِبٍ رضيَ اللَّه عَنهما قال :
كَانَ رَجلٌ يَقْرَأُ سورةَ الكَهْفِ ، وَعِنْدَه فَرسٌ مَربوطٌ
بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّته سَحَابَةٌ فَجَعَلَت تَدنو ، وجعلَ فَرسُه ينْفِر
مِنها . فَلَمَّا أَصبح أَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم .
فَذَكَرَ له ذلكَ فقال :
« تِلكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلتْ للقُرآنِ »
متفقٌ عليه .
Dari al-Bara' bin 'Azib r.a., katanya: "Ada seorang
lelaki membaca surat al-Kahfi dan ia mempunyai seekor kuda yang diikat
dengan dua utas tali, kemudian nampak awan menutupinya. Awan tadi
mendekatinya dan kuda itu lari dari awan tersebut. Setelah pagi menjelma,
orang itu mendatangi Nabi s.a.w. menyebutkan apa yang terjadi atas
dirinya itu. Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Itu adalah sakinah* -
ketenangan yang disertai oleh malaikat - yang turun untuk mendengarkan
bacaan al-Quran itu." (Muttafaq 'alaih)
وعن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وسَلَّم
: منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ
أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ،
ومِيَمٌ حرْفٌ »
رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح
.
Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari
al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu
akan dibalas dengan 10 kali ganda yang seperti itu. Saya tidak
mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu
huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis
hasan shahih.
وعنِ ابنِ عباسٍ رضيَ اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وسَلَّم :
«إنَّ الَّذي لَيس في جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ القُرآنِ كالبيتِ الخَرِبِ »
رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Dari Ibnu Abbas RA katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya orang yang dalam hatinya
tidak ada sesuatu apapun dari al-Quran - yakni tidak ada sedikitpun dari
ayat-ayat al-Quran yang dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang
musnah - sunyi dari perkakas."
Diriwayatkan
oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih.
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ عَمْرو بن العاصِ رضي اللَّه عَنهما عنِ النبيِّ
صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال :
« يُقَالُ لِصاحبِ الْقُرَآنِ : اقْرأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَما كُنْتَ
تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا ، فَإنَّ منْزِلَتَكَ عِنْد آخِرِ آيةٍ
تَقْرَؤُهَا »
رواه أبو داود ،
والترْمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash RA dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Dikatakanlah - nanti ketika akan
masuk syurga - kepada orang yang mempunyai al-Quran - yakni gemar
membaca, mengingat-ingat kandungannya serta mengamalkan isinya: "Bacalah
dan naiklah darjatmu - dalam syurga - serta tartilkanlah - yakni
membaca perlahan-lahan - sebagaimana engkau mentartilkannya dulu ketika
di dunia, sebab sesungguhnya tempat kedudukanmu adalah pada akhir ayat
yang engkau baca,"
Diriwayatkan oleh
Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini
adalah Hadis hasan shahih