New Page 1

 

Home
Menu Utama

Premium - 12 kekosongan

 


 

Siapakah Ya’juj dan Ma’juj?
 

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: " يَا آدَمُ، فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالخَيْرُ فِي يَدَيْكَ، فَيَقُولُ: أَخْرِجْ بَعْثَ النَّارِ، قَالَ: وَمَا بَعْثُ النَّارِ؟، قَالَ: مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ، فَعِنْدَهُ يَشِيبُ الصَّغِيرُ، وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا، وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى، وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ " قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَأَيُّنَا ذَلِكَ الوَاحِدُ؟ قَالَ [ص:139]: " أَبْشِرُوا، فَإِنَّ مِنْكُمْ رَجُلًا وَمِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ أَلْفًا. ثُمَّ قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنِّي أَرْجُو أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الجَنَّةِ " فَكَبَّرْنَا، فَقَالَ: أَرْجُو أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا، فَقَالَ: أَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا، فَقَالَ: مَا أَنْتُمْ فِي النَّاسِ إِلَّا كَالشَّعَرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جِلْدِ ثَوْرٍ أَبْيَضَ، أَوْ كَشَعَرَةٍ بَيْضَاءَ فِي جِلْدِ ثَوْرٍ أَسْوَدَبخاري


Rasulullah bersabda:
“Allah akan berkata (pada hari kiamat): “Wahai Adam!” Maka ia menjawab: “Aku penuhi panggilan-Mu dengan segala kerendahan dan kebaikan hanya ada pada-Mu.” Maka Allah berkata: “Apakah sudah keluar Ba’tsunnur?” Adam bertanya: Apakah Ba’tsunnur itu?” Allah menjawab: “Di tiap-tiap 1000 orang ia ada 999 orang. Apabila ia sudah keluar, maka ketika itu anak kecil akan beruban dan setiap wanita hamil melahirkan, dan engkau akan akan melihat manusia dalam keadaan mabuk. Sebetulnya mereka tidaklah mabuk, akan tetapi (mereka terlihat seperti orang-orang yang mabuk) karena adzab Allah itu sangat pedih.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, yang manakah diantara kami yang satu (1 dari 1000) itu?” Rasulullah menjawab: “Bergembiralah kamu, karena sesungguhnya seorang laki-laki dari kamu adalah sama dengan 1000 orang dari Ya’juj dan Ma’juj.”
(Hadits Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abi Hurairah. Dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 2457)

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua anak cucu Adam keturunan dari bangsaTurki. Mereka adalah turunan Yafit bin Nuh, karena Nuh mempunyai 3 anak yaitu: Ham (nenek moyang orang Habsyi/Afrika), Sam (nenek moyang bangsa Arab, Persia dan Romawi) dan Yafit (nenek moyang bangsa Turki).

Karena itulah Ya’juj dan Ma’juj adalah turunan paman-paman dari Turki (yaitu bangsa-bangsa Cina, Rusia, Jepang, Mongolia dan sejenis mereka).

Ciri-ciri mereka adalah seperti bangsa turki mongolia, yaitu bermuka lebar, bermata sipit (kecil), berambut pirang (hitam keputih-putihan), seakan-akan wajah mereka adalah seperti meja yang bundar.

Sabda Rasulullah dalam hadits mar’fu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Abu Harmalah dari bibinya:
Al Hafizh ibn Katsir berkata: “Orang-orang yang mengatakan bahwasanya diantara mereka itu (Ya’juj dan Ma’juj) ada yang tinggi ramping seperti pohon korma dan diantara mereka ada yang pendek serta ada pula yang mempunyai dua telinga yang salah satunya mereka gunakan untuk menutupi diri mereka sedangkan satu lagi untuk berpijak, mereka (orang-orang yang berkata seperti ini) adalah orang-orang yang berbicara tanpa ilmu dan tanpa dalil.”
(Kitab Al Fitan wa Al Malahim, Dzikru Ya’juj wa Ma’juj, hal. 130)

Dimanakah Keberadaan Ya'juj dan Ma'juj Sekarang?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sehingga apabila dia telah sampai diantara dua buah gunung dia mendapati di hadapan kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraannya. Mereka berkata: Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepada kamu, supaya kamu membuat dinding diantara mereka? Dzulqarnain berkata: Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.”
(Al Kahfi, 93-95)

Dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah terkurung dibelakang dinding yang dulunya dibangun oleh Dzulqarnain untuk mereka yang disebabkan karena mereka banyak berbuat kerusakan dan kejahatan. Dinding penghalang tersebut sangat kokoh sehingga mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak dapat melubanginya dan tidak pula dapat memanjatnya. Diding tersebut dibangun diantara dua pembatas yang besar yaitu dua gunung yang besar.

Ibn Abbas berkata: “Ia terletak di persimpangan negeri Turki berdekatan dengan Negeri Armenia dan Azerbaijan.” (sebagian besar ahli tafsir telah mengutip perkataan ini dari Ibn ‘Abbas, silahkan lihat Tafsir Al Qurthubi, Al Baidhawi dan Ruhul Ma’ani oleh Al Alusi).

Bangunan tersebut terletak di perbatasan antara Turki dengan Rusia, berdekatan dengan pegunungan Kaukasus (pegunungan yang tingginya berkisar antara 1000 sampai dengan 3000 meter).

Adalah lebih baik bagi kita untuk mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang akan dapat atau mampu mencapai tempat mereka sebagaimana halnya siapapun tidak akan mampu mencapai tempat Dajal yang sekarang juga masih terkurung ataupun mengeluarkannya. Karena keluarnya semua mereka itu adalah merupakan sebuah “masalah takdir” yang mempunyai waktu yang sudah maklum dan tertentu dalam Lauh Mahfuzh.
Sebagaimana firman Allah:
“Dan apabila telah datang janji Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur luluh. Dan janji Rabbku adalah benar.” (Al Kahfi, 98)
 

Kapankah Ya’juj dan Ma’juj Akan Keluar?

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُنَّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، دَخَلَ عَلَيْهَا فَزِعًا يَقُولُ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا، قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ: أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ



Dalam keadaan terkejut, Rasulullah ketika terbangun pada suatu hari berkata:
“La Ilaha Illallah, celakalah orang-orang Arab akibat bencana yang sudah mendekat, pada hari ini hampir saja pembukaan (pelobangan) dinding Yakjuj dan Makjuj selesai seperti ini.” Beliau melingkarkan ibu jari dengan telunjuknya. Lalu bertanyalah Zainab binti Jahsyin: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan hancur sedangkan diantara kita terdapat orang-orang yang shalih?” Beliau menjawab: “Ya, apabila sudah banyak terjadi kemaksiatan (dosa).”
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Fathimah binti Jahsyin Radhiyallahu ‘Anha)

 

Yakjuj dan Makjuj akan keluar setelah Nabi Isa membunuhdajal. Sejak mereka (Yakjuj dan Makjuj) dikurung, mereka tidak pernah berputus asa untuk berusaha keluar dengan berusaha melubangi dinding raksasa tersebut walaupun mereka menemukan lubang yang hampir terbuka kembali tertutup seperti sediakala, hingga akhirnya pada masanya mereka akan berhasil melubanginya dan berhasil keluar setelah kematian dajjal sesuai dengan janji Allah.

Seberapa besar fitnah yang ditimbulkan oleh Ya’juj dan Ma’juj?

Rasulullah bersabda:
“Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi.” (Al Anbiyaa’:96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: “Dulu disini pernah ada air”. Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: “Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit”, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan belumuran darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: “Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: “Wahai semua kaum Muslim bergembiralah, Allah membinasakan musuhmu”, maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.”
(Hadits Shahih, riwayat Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan hakim dari Abu Sa’id)

Jumlah mereka (Yakjuj dan Makjuj) sangat besar yang tidak dapat dihitung seperti semut karena saking banyaknya, sehingga kaum Muslimakan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan Yakjuj dan Makjuj, para pemanah dan perisai mereka.  
(Hadits Shahih riwayat Ibn Majah dari An Nawwas. Dalam Asshahihah Al Albaani, nomer 1940)

Tidak ada seorang manusia pun yang sanggup mengatasi fitnah dan kejahatan Yakjuj dan Makjuj, maka nabi Isa memimpin penyelamatan kaum Muslim dari fitnah Yakjuj dan Makjuj.
 


 

 

Free CSS Template

Iklan teks - 15 kekosongan - Iklan teks anda di sini. Hanya RM50 setahun.

Sponsors




Perpustaan Digital, mengandungi
ribuan kitab-kitab turath mu'tabar.
Download PERCUMA !!!


 Work From No Home

 

 

 

 

 

 

 
www.tayibah.com-footer

Home | Aqidah | Feqah | Keajaiban | Tokoh Artikel | Tazkirah | Sirah | Tamadun | Kesihatan | Perubatan  |  Usul Fiqh | Ulumul Hadis Doa & Zikir  | eKhutbah | Download |Video 


Copyright 1999-2013 www.tayibah.com

Penafian

Isi kandungan website ini adalah koleksi peribadi dan untuk rujukan semata-mata. Anda dinasihatkan merujuk kepada alim ulama' dan kitab-kitab mu'tabar untuk mendapatkan penjelasan lanjut. Jika terdapat kesilapan fakta, sila hubungi webmaster@tayibah.com untuk pembetulan. Kerjasama anda amat dihargai. Sekian. Terima kasih. Sama-samalah kita menyumbang kepada dakwah Islamiyyah.


   

Valid CSS!HONESTe Online Member Seal Click to verify - Before you buy! Valid XHTML 1.0 Transitional